Konsultasi? Yuk tanya - tanya di : 0812 - 9008 - 3983 chat sekarang!

menu

Kakeibo, Cara Atur Uang ala Warga Jepang yang Bikin Keuangan Bisnis Stabil

By: Rifzky Alam

Kakeibo, Cara Atur Uang ala Warga Jepang yang Bikin Keuangan Bisnis Stabil
Mengelola keuangan pribadi saja sulit, gimana jadinya kalau ngurus keuangan bisnis. Bisa tambah pusing deh. Buat kalian para pebisnis pemula yang baru menjalankan bisnis, Kamu harus menerapkan ilmu Kakeibo dari negeri matahari terbit ini loh.. Ilmu apa sih, pasti penasaran kan?

Sama seperti semua sistem penganggaran, metode kakeibo membutuhkan buku besar yang mencatat semua keluar masuknya dana.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Kakeibo, Seni Menghemat Uang ala Jepang", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2020/01/20/070300326/mengenal-kakeibo-seni-menghemat-uang-ala-jepang?page=all.
Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Erlangga Djumena

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Meskipun soal ngatur uang, Kakeibo ternyata pertama kali dikenalkan bukan oleh pakar keuangan atau orang background akuntansi loh. Tetapi ilmu ini dikenalkan oleh seorang Jurnalis wanita asal Jepang pada 1904. Jurnalis tersebut adalah Hani Matoko.

Training Accurate di FAC Institute


Kakeibo
Sebenarnya, Kakeibo adalah metode perhitungan untuk keuangan pribadi. Namun bukan berarti metode ini tidak dapat diterapkan di keuangan bisnis. Kami akan membantu Kamu agar bisa menerapkan metode ini pada bisnis Kamu.
Apa saja yang harus dilakukan pertama kali untuk menerapkan sistem ini?. Seperti yang di kutip dari Tirto.id, ada beberapa cara yang bisa Kamu lakukan untuk menerapkan metode kakeibo. Tentu hitungannya dari setiap awal bulan atau awal pembukuan akuntansi.

Tulis Rincian
Langkah pertama ketika Kamu menerapkan metode Kakeibo, Kamu harus menulis setiap rincian pengeluaran yang akan Kamu keluarkan pada bisnis Kamu. Jangan sampai ini terlewat. Karena, jika Kamu tidak mencatatnya dengan benar, bisa membuat bisnis malah melempem.
Kamu harus membuat rincian pengeluaran secara terperinci mengenai pengeluaran, baik itu pengeluaran tetap, serta berapa biaya yang ingin di tabung. Dimana Kamu harus membuat tabel pengeluaran. Sehingga bisa dengan mudah di hitung dan di kontrol.
Empat kolom terdiri dari kolom kolom optional, survival, kolom extra dan kolom culture. Di dalam kolom tersebut dibagi sesuai pada keperluan yang ingin Kamu lakukan. Rincian tersebut yakni:
Survival
Kebutuhan Pokok untuk Bisnis, antara lain pengeluaran pembelian ,ongkos angkut, bahan baku, ongkos kirim dan biaya-biaya harian lain yang harus di keluarkan setiap harinya. Serta biaya makan jika Kamu mengeluarkan biaya makan setiap hari di kantor. Dan biaya tagihan bulanan.
Optional
Biaya optional ini adalah biaya yang di keluarkan tetapi tidak setiap hari, terkadang harus dikeluarkan. Contoh ketika karyawan harus setor uang ke bank, harus di keluarkan uang bensin, jika Kamu akan keluar bertemu dengan calon klien pun harus di keluarkan biayanya.
Culture
Culture ini adalah biaya yang dikeluarkan untuk meningkatkan daya saing Kamu maupun karyawan jika ada. Biaya ini lebih kepada biaya untuk pengembangan diri. Baik itu beli buku, nonton film inspirasi bisnis dan majalah.
Extra
Extra ini adalah biaya dadakan. Contoh ada alat operasional yang rusak, perbaikan alat-alat operasional  dan biaya lain yang belum tentu dikeluarkan setiap hari maupun tidak dikeluarkan setiap bulannya. Misal seperti perayaan ulang tahun karyawan, kondangan karyawan, lahiran karyawan atau membelikan kado untuk karyawan.
Tentukan uang yang Akan Di Tabung
Menabung itu bukan hanya untuk keperluan pribadi saja. Tetapi keperluan bisnis pun harus Kamu tabung loh. Bagaimana caranya? Tentunya Kamu bisa tabung dari keuntungan yang Kamu dapatkan. Tabungan ini bisa Kamu gunakan untuk hal-hal lain, berkaitan dengan perkembangan bisnis Kamu kedepannya.
Setiap keuntungan yang di dapatkan pada setiap bulannya. Jangan lupa untuk segera Kamu keluarkan untuk kebutuhan operasional. Serta sisa yang ada bisa Kamu tabung untuk mengembangkan bisnis ke depannya. Ingat, jangan dihabiskan semua keuntungan!
 
Jawab Empat Pertanyaan
Sistem Kakeibo ini cukup unik, setelah Kamu melakukan hal-hal di atas. Kamu harus membuat pertanyaan sendiri. Pertanyaan apa sajakah yang harus Kamu tanyakan? Oh iya, pertanyaan ini bukan buat orang lain loh.. Tetapi untuk Kamu sebagai pemilik uang dan juga sebagai pemilik bisnis. Jadi Kamu harus tahu yah kemana larinya uang tersebut.
Pertanyaan tersebut yaitu:

  •  Berapa saja uang yang dimiliki? Jika dalam bisnis berapa modal dan asset yang dimiliki
  •  Berapa banyak keuntungan yang akan di simpan kedepannya
  •  Berapa banyak uang yang sudah di keluarkan
  •  Bagaimana saya bisa mengontrol setiap pengeluaran?

Dari keempat pertanyaan tersebut, Kamu akan mengetahui berapa banyak uang yang akan Kamu keluarkan dan berapa banyak uang yang ingin Kamu simpan, serta berapa banyak uang pengeluaran yang masih bisa di alihkan menjadi keuntungan.

Pisahkan Setiap Uang
Kebanyakan para pebisnis senang mencampuradukan uang bisnis mereka menjadi satu kesatuan sehingga mudah untuk digunakan. Dalam metode Kakeibo, para pebisnis dianjurkan untuk memisahkan setiap uang sesuai kegunaan dan kebutuhan dengan sistem amplop.
Contoh yang paling mudah, Kamu bisa memisahkan setiap uang untuk biaya harian, biaya operasional jika ada dan biaya tagihan.
Kenapa harus seperti itu? Disinilah kedisiplinan Kamu di uji. Jika uang pada amplop yang satu sudah habis, Kamu dilarang untuk mengambil uang dari amplop lainnya. Sehingga kamu bisa lebih hati-hati dalam penggunaan dan pengeluaran setiap uangnya.
Tampaknya metode keuangan Kakeibo yang ditemukan oleh Hani bisa Kamu terapkan pada bisnis Kamu loh. Mungkin di bulan ini, Kamu bisa segera menerapkannya

Hubungi Kami FAC Institute

artikel