Tanggal terbit invoice sangat berkaitan dengan jatuh tempo pembayaran dan umur piutang. Hal ini berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia bahwa umur piutang dihitung berdasarkan tanggal terbit invoice. Namun praktik di lapangan menyatakan hal yang berbeda.

Berdasarkan informasi perusahaan yang ditangani oleh FAC Institute, banyak perusahaan yang menghitung jatuh tempo pembayaran berdasarkan tanggal terima invoice secara fisik, bukan berdasarkan tanggal terbit invoice. Hal ini disebabkan karena banyak perusahaan yang rentang waktu menyerahkan invoice dengan waktu terbit invoice sangat berbeda. Hal ini dijelaskan pada gambar dibawah ini.

Ilustrasi Gambar Tukar Faktur

 

Berdasarkan gambar diatas, invoice diterbitkan tanggal 3 Agustus 2020 dengan asumsi jatuh tempo pembayaran 30 hari yaitu tanggal 3 September 2020. Namun dikarenakan penyerahan invoicenya baru dilakukan di tanggal 10 Agustus 2020, maka jatuh tempo pembayaran mundur mengikuti tanggal terima atau biasa disebut tanggal Tukar Faktur, sehingga jatuh tempo pembayaran berubah menjadi tanggal 10 September 2020. Hal ini berakibat estimasi uang masuk mundur 7 hari dikarenakan perbedaan antara tanggal invoice dan tanggal terima.

Hal ini yang menjadi landasan banyak perusahaan tidak menggunakan jatuh tempo invoice menjadi dasar pembayaran oleh customer.  Namun salah satu software akuntansi di Indonesia yaitu Accurate Online, sudah menyediakan fitur Tukar Faktur untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi perusahaan di Indonesia karena mempermudah pekerjaan dalam mengestimasi kapan terjadinya pembayaran oleh customer. Sehingga Cashflow Forecast menjadi semakin akurat. Simak Tutorial Youtube “Tukar Faktur by Accurate Online”